OJK Genjot Ketahanan Siber, Industri Keuangan Digital Diminta Lebih Tangguh
Kamis, 30 Apr 2026 16:45
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional untuk menjaga keberlangsungan industri ini dan kepercayaan masyarakat. Foto/Istimewa
JAKARTA - Upaya memperkuat fondasi keamanan siber di sektor keuangan digital terus digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan industri tetap tangguh menghadapi ancaman digital sekaligus menjaga kepercayaan publik yang menjadi kunci keberlanjutan ekosistem.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Tahun 2026 di Jakarta, Senin (27/4).
Kegiatan yang digelar bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan kesiapan industri menghadapi ancaman siber yang kian kompleks, bergerak cepat, dan berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Adi menekankan perlunya perubahan pendekatan dari sekadar berbasis kepatuhan (compliance-based security) menuju ketahanan (resilience-based security). Dengan demikian, keamanan siber tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan menjadi bagian integral dari strategi bisnis, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen.
“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat berubah menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat dan industri,” kata Adi.
Sejalan dengan itu, OJK mendorong seluruh Penyelenggara IAKD untuk menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis. Penguatan di bidang ini dinilai akan menjadi faktor pembeda dalam membangun kredibilitas, menjaga keberlanjutan layanan, serta meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Penguatan tidak hanya difokuskan pada teknologi, tetapi juga pada sumber daya manusia. OJK menilai bahwa sistem keamanan yang andal harus ditopang oleh kompetensi, disiplin operasional, kesiapan prosedur, serta budaya pelaporan insiden yang transparan dan bertanggung jawab.
Workshop yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Jakarta ini diikuti oleh para penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD), dengan mayoritas peserta berasal dari jajaran direksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, hingga memulihkan diri dari insiden siber.
Human Firewall
Melalui kolaborasi dengan BSSN, OJK terus memperkuat sinergi antar-lembaga dalam membangun ketahanan siber nasional, khususnya di sektor jasa keuangan digital. Kerja sama lintas sektor ini dinilai krusial mengingat ancaman siber tidak mengenal batas institusi maupun yurisdiksi.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya konsep human firewall. Pendekatan ini menempatkan karyawan sebagai lini pertahanan pertama melalui peningkatan kesadaran dan pelatihan untuk mendeteksi serta mencegah ancaman seperti phishing dan malware.
OJK juga menegaskan akan terus memperluas koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, asosiasi industri, serta pelaku usaha. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan risiko siber berjalan secara terpadu, sehingga stabilitas sistem keuangan, perlindungan konsumen, dan kesinambungan layanan digital tetap terjaga.
Sementara itu, Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia OJK Irnal Fiscallutfi menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas dan ketahanan industri.
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran, menyelaraskan pemahaman terkait profil risiko siber, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons insiden siber secara efektif dan terstruktur.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Tahun 2026 di Jakarta, Senin (27/4).
Kegiatan yang digelar bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan kesiapan industri menghadapi ancaman siber yang kian kompleks, bergerak cepat, dan berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Adi menekankan perlunya perubahan pendekatan dari sekadar berbasis kepatuhan (compliance-based security) menuju ketahanan (resilience-based security). Dengan demikian, keamanan siber tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan menjadi bagian integral dari strategi bisnis, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen.
“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat berubah menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat dan industri,” kata Adi.
Sejalan dengan itu, OJK mendorong seluruh Penyelenggara IAKD untuk menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis. Penguatan di bidang ini dinilai akan menjadi faktor pembeda dalam membangun kredibilitas, menjaga keberlanjutan layanan, serta meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Penguatan tidak hanya difokuskan pada teknologi, tetapi juga pada sumber daya manusia. OJK menilai bahwa sistem keamanan yang andal harus ditopang oleh kompetensi, disiplin operasional, kesiapan prosedur, serta budaya pelaporan insiden yang transparan dan bertanggung jawab.
Workshop yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Jakarta ini diikuti oleh para penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD), dengan mayoritas peserta berasal dari jajaran direksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, hingga memulihkan diri dari insiden siber.
Human Firewall
Melalui kolaborasi dengan BSSN, OJK terus memperkuat sinergi antar-lembaga dalam membangun ketahanan siber nasional, khususnya di sektor jasa keuangan digital. Kerja sama lintas sektor ini dinilai krusial mengingat ancaman siber tidak mengenal batas institusi maupun yurisdiksi.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya konsep human firewall. Pendekatan ini menempatkan karyawan sebagai lini pertahanan pertama melalui peningkatan kesadaran dan pelatihan untuk mendeteksi serta mencegah ancaman seperti phishing dan malware.
OJK juga menegaskan akan terus memperluas koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, asosiasi industri, serta pelaku usaha. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan risiko siber berjalan secara terpadu, sehingga stabilitas sistem keuangan, perlindungan konsumen, dan kesinambungan layanan digital tetap terjaga.
Sementara itu, Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia OJK Irnal Fiscallutfi menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas dan ketahanan industri.
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran, menyelaraskan pemahaman terkait profil risiko siber, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons insiden siber secara efektif dan terstruktur.
(TRI)
Berita Terkait
News
OJK Lantik Pejabat Baru untuk Perkuat Kepemimpinan & Kinerja Organisasi
OJK melantik dua pejabat baru setingkat Deputi Komisioner dan Kepala Departemen sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, serta mendorong peningkatan kinerja.
Rabu, 05 Agu 2026 10:52
Ekbis
Kredit Perbankan Sulsel Tumbuh 5,27 Persen, Tembus Rp176,3 Triliun
Kinerja industri perbankan di Sulsel hingga Juni 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. OJK mencatat penyaluran kredit mencapai Rp176,30 triliun, atau tumbuh 5,27 persen secara tahunan.
Selasa, 04 Agu 2026 12:13
News
OJK Sulselbar Bekali Keluarga TNI AU Kelola Keuangan Secara Bijak
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui edukasi yang menyasar personel TNI AU beserta keluarganya.
Senin, 03 Agu 2026 08:57
Ekbis
OJK Dorong UMKM Indonesia Timur Naik Kelas Lewat Digitalisasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia Timur melalui digitalisasi sektor keuangan.
Selasa, 28 Jul 2026 22:29
Ekbis
Satgas PASTI Hentikan Operasi Snapboost, Diduga Jalankan Skema Investasi Ilegal
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan operasional Snapboost yang diduga menjalankan praktik penipuan berkedok platform monetisasi media sosial.
Selasa, 28 Jul 2026 16:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menteri LH Optimistis Tender Ulang PSEL Mamminasata Tak Butuh Waktu Lama
2
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
3
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
4
Bupati Sinjai: Setelah Ibunya Masuk Gerindra, Silakan Fauzan Pertimbangkan Sendiri
5
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menteri LH Optimistis Tender Ulang PSEL Mamminasata Tak Butuh Waktu Lama
2
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
3
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
4
Bupati Sinjai: Setelah Ibunya Masuk Gerindra, Silakan Fauzan Pertimbangkan Sendiri
5
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta