DPRD Makassar Siap Kawal Bapenda Kejar Target PAD Rp2,4 Triliun
Kamis, 15 Jan 2026 06:54
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Rabu (14/1/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi B DPRD Kota Makassar menggelar rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar di Gedung Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Rabu (14/1/2026).
Rapat kerja tersebut membahas evaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2025 sekaligus strategi peningkatan pendapatan pada tahun 2026.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengatakan rapat kerja ini digelar untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam mencapai target PAD Kota Makassar.
“Jadi hari ini kami selaku Ketua Komisi B memerintahkan anggota Komisi B untuk rapat kerja dengan salah satu mitra kami, yakni Bapenda. Kalau kemarin teman-teman melakukan refleksi akhir tahun, maka hari ini kami melakukan refleksi awal tahun,” ujarnya kepada wartawan.
Ismail mengungkapkan, realisasi PAD Kota Makassar pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dan mencapai Rp1.979.548.619.000 atau sekitar Rp1,9 triliun.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar melalui Bapenda menargetkan PAD sebesar Rp2,4 triliun.
“Refleksi awal tahun ini melihat kondisi kemarin, kita bersyukur ada peningkatan PAD di angka 1,9 triliun. Ke depan target yang diberikan kepada Bapenda sebesar Rp2,4 triliun. Dari situlah kami ingin melihat gebrakan-gebrakan apa yang akan dilakukan Bapenda,” jelasnya.
Menurut Ismail, fungsi pengawasan Komisi B DPRD Makassar menjadi sangat penting untuk memastikan strategi yang disusun Bapenda berjalan efektif, sehingga target pendapatan dapat tercapai secara optimal.
“Kami selaku mitra kerja Bapenda tentu melakukan pengawasan, melihat strategi apa yang harus dilakukan agar target ini bisa tercapai bahkan melebihi target,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Komisi B DPRD Makassar menilai strategi yang disiapkan Bapenda cukup realistis, didukung oleh capaian kinerja pada tahun 2025. Ismail optimistis target PAD 2026 dapat tercapai, meski jajaran pejabat Bapenda saat ini didominasi wajah-wajah baru yang masa kerjanya belum genap enam bulan.
“Mereka cukup realistis dan optimis. Dengan masa kerja yang relatif singkat, ternyata bisa mencapai angka hampir 2 triliun. Ini tentu menjadi modal penting untuk mencapai target ke depan,” lanjutnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar itu menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan internal Bapenda sebagai kunci utama untuk mengejar target PAD sebesar Rp2,4 triliun pada 2026.
Terkait struktur pendapatan, Ismail menyebutkan bahwa PAD Kota Makassar pada tahun lalu masih didominasi oleh sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak reklame.
Namun, berdasarkan data di lapangan, terdapat tren pertumbuhan yang cukup kuat pada sektor pajak restoran serta usaha makanan dan minuman.
“Sekarang ini pajak restoran dan minuman semakin berkembang. Makanya kami memanggil rapat kerja ini dengan salah satu agenda untuk turun melakukan sidak dan uji petik kepada para pengusaha, sekaligus melakukan sosialisasi agar mereka sadar dan taat pajak,” ujarnya.
Ismail juga menyoroti maraknya usaha kafe yang memanfaatkan rumah pribadi sebagai tempat usaha. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi potensi pajak yang perlu dioptimalkan oleh Bapenda.
“Ada beberapa potensi pajak yang harus dimaksimalkan tahun ini, apalagi sekarang banyak kafe yang dibuka dari rumah pribadi. Itu merupakan salah satu potensi pajak yang harus dikelola secara maksimal oleh Bapenda,” pungkasnya.
Ia menegaskan, pajak yang dipungut dari masyarakat dan pelaku usaha akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan publik di Kota Makassar.
Rapat kerja tersebut membahas evaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2025 sekaligus strategi peningkatan pendapatan pada tahun 2026.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengatakan rapat kerja ini digelar untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam mencapai target PAD Kota Makassar.
“Jadi hari ini kami selaku Ketua Komisi B memerintahkan anggota Komisi B untuk rapat kerja dengan salah satu mitra kami, yakni Bapenda. Kalau kemarin teman-teman melakukan refleksi akhir tahun, maka hari ini kami melakukan refleksi awal tahun,” ujarnya kepada wartawan.
Ismail mengungkapkan, realisasi PAD Kota Makassar pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dan mencapai Rp1.979.548.619.000 atau sekitar Rp1,9 triliun.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar melalui Bapenda menargetkan PAD sebesar Rp2,4 triliun.
“Refleksi awal tahun ini melihat kondisi kemarin, kita bersyukur ada peningkatan PAD di angka 1,9 triliun. Ke depan target yang diberikan kepada Bapenda sebesar Rp2,4 triliun. Dari situlah kami ingin melihat gebrakan-gebrakan apa yang akan dilakukan Bapenda,” jelasnya.
Menurut Ismail, fungsi pengawasan Komisi B DPRD Makassar menjadi sangat penting untuk memastikan strategi yang disusun Bapenda berjalan efektif, sehingga target pendapatan dapat tercapai secara optimal.
“Kami selaku mitra kerja Bapenda tentu melakukan pengawasan, melihat strategi apa yang harus dilakukan agar target ini bisa tercapai bahkan melebihi target,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Komisi B DPRD Makassar menilai strategi yang disiapkan Bapenda cukup realistis, didukung oleh capaian kinerja pada tahun 2025. Ismail optimistis target PAD 2026 dapat tercapai, meski jajaran pejabat Bapenda saat ini didominasi wajah-wajah baru yang masa kerjanya belum genap enam bulan.
“Mereka cukup realistis dan optimis. Dengan masa kerja yang relatif singkat, ternyata bisa mencapai angka hampir 2 triliun. Ini tentu menjadi modal penting untuk mencapai target ke depan,” lanjutnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar itu menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan internal Bapenda sebagai kunci utama untuk mengejar target PAD sebesar Rp2,4 triliun pada 2026.
Terkait struktur pendapatan, Ismail menyebutkan bahwa PAD Kota Makassar pada tahun lalu masih didominasi oleh sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak reklame.
Namun, berdasarkan data di lapangan, terdapat tren pertumbuhan yang cukup kuat pada sektor pajak restoran serta usaha makanan dan minuman.
“Sekarang ini pajak restoran dan minuman semakin berkembang. Makanya kami memanggil rapat kerja ini dengan salah satu agenda untuk turun melakukan sidak dan uji petik kepada para pengusaha, sekaligus melakukan sosialisasi agar mereka sadar dan taat pajak,” ujarnya.
Ismail juga menyoroti maraknya usaha kafe yang memanfaatkan rumah pribadi sebagai tempat usaha. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi potensi pajak yang perlu dioptimalkan oleh Bapenda.
“Ada beberapa potensi pajak yang harus dimaksimalkan tahun ini, apalagi sekarang banyak kafe yang dibuka dari rumah pribadi. Itu merupakan salah satu potensi pajak yang harus dikelola secara maksimal oleh Bapenda,” pungkasnya.
Ia menegaskan, pajak yang dipungut dari masyarakat dan pelaku usaha akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan publik di Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
News
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
Komisi C DPRD Kota Makassar menyoroti keberadaan bangunan rumah contoh di tengah Jalan Metro Tanjung Bunga yang diduga berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum) atau fasilitas sosial (fasos).
Sabtu, 25 Jul 2026 11:57
News
DPRD Makassar Temukan Sejumlah Persoalan di Green River View, PSU hingga Air Bersih
Lintas Komisi A dan Komisi C DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Perumahan Green River View milik PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, Kamis (24/7/2026).
Sabtu, 25 Jul 2026 07:54
Makassar City
DPRD Makassar Desak Pemkot Segera Sediakan Lahan Pemakaman Baru
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, meminta pemerintah kota segera menyediakan lahan TP baru. Menurutnya, keterbatasan lahan pemakaman telah menjadi kebutuhan mendesak.
Rabu, 22 Jul 2026 20:23
Makassar City
DPRD Makassar Desak GMTD Segera Serahkan 18 Klaster PSU yang Tertunda 25 Tahun
DPRD Kota Makassar kembali menyoroti lambannya penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk.
Sabtu, 18 Jul 2026 07:48
Makassar City
Belanja Modal Hanya 81,99 Persen, DPRD Makassar Minta Penjelasan Pemkot
Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan catatan kritis terhadap kinerja keuangan Pemkot Makassar. Sorotan utama diarahkan pada realisasi PAD yang belum mencapai target.
Jum'at, 17 Jul 2026 13:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
2
Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar B50 untuk Urai Antrean di SPBU Sulsel
3
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
4
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga
5
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
2
Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar B50 untuk Urai Antrean di SPBU Sulsel
3
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar di Wilayah Cabang Makassar II
4
Reses di Bangkala Barat, Anggota DPRD Sulsel Salmawati Paris Serap Aspirasi Warga
5
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar