Fakultas Farmasi Unhas Perluas Riset Mahasiswa dengan Model Lalat Buah
Rabu, 11 Feb 2026 09:58
Unhas Fly Research Group (UFRG) menggelar webinar Fly Research Group Outreach 2026 melalui Zoom Meeting, Selasa (10/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Unhas Fly Research Group (UFRG) memperkenalkan pemanfaatan Drosophila melanogaster atau lalat buah sebagai model riset mahasiswa di Indonesia. Upaya tersebut dikemas dalam webinar Fly Research Group Outreach 2026 bertema “Introducing Drosophila Melanogaster as a Model for Advancing Undergraduate Research in Indonesia”, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas riset mahasiswa dan dosen, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi. Webinar diinisiasi oleh UFRG sebagai salah satu Thematic Research Group (TRG) di Fakultas Farmasi Unhas.
Outreach 2026 dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan praktik riset berbasis organisme model. Empat peneliti berpengalaman di bidang Drosophila melanogaster hadir membagikan pendekatan ilmiah serta potensi pemanfaatan lalat buah dalam berbagai bidang, mulai dari genetika, biologi perkembangan, hingga riset penyakit dan terapi.
Ketua Panitia, Mukarram Mudjahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Unhas, The University of Queensland, dan University of Cambridge.
"Model ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah, tetapi juga membangun soft skills, kepemimpinan akademik, dan kapasitas implementasi riset di masing-masing institusi," kata Mukarram.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 11 universitas di luar Unhas tercatat menyatakan minat berpartisipasi, dengan 13 dosen perwakilan serta sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi mengikuti kegiatan. UFRG menargetkan lahirnya kolaborasi riset lintas kampus berbasis model lalat buah.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof Muhammad Aswad, menegaskan pemanfaatan lalat buah memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.
"Kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik yang telah dikembangkan di Fakultas Farmasi Unhas, sekaligus mendorong penguatan budaya riset kolaboratif," jelasnya.
Ia menambahkan, Fakultas Farmasi Unhas yang memiliki sembilan TRG diarahkan untuk memperluas implementasi riset berbasis model organisme serta memperkenalkannya lebih luas kepada masyarakat akademik Indonesia.
Pada sesi materi, Prof. Firzan Nainu dari Fakultas Farmasi Unhas memaparkan potensi Drosophila melanogaster sebagai model biologis untuk memahami kesehatan manusia, penyakit, dan pengembangan terapi.
"Sekitar 75% gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada Drosophila, dengan kesamaan tidak hanya pada struktur gen, tetapi juga fungsi biologis dan mekanisme seluler. Hal ini menjadikan Drosophila sangat efektif sebagai model screening untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi," tuturnya.
Ia juga menekankan relevansi temuan pada Drosophila dalam menjelaskan berbagai penyakit manusia, termasuk kanker, gangguan metabolik, penyakit degeneratif, dan proses inflamasi.
“Melalui UFRG Outreach 2026, Drosophila diposisikan sebagai mikroskop biologis yang mempercepat riset dan memperkuat kapasitas riset mahasiswa Indonesia,” kata dia.
Webinar ini turut menghadirkan narasumber internasional, Prof Toshiyuki Takano dari Kyoto Drosophila Stock Center, Kyoto Institute of Technology, Jepang. Ia menjelaskan peran koleksi Drosophila sebagai sumber riset global yang memungkinkan kajian penyakit secara sistematis dan efisien, sekaligus menjembatani pendekatan lintas disiplin dari genetika hingga pengembangan terapi.
Selanjutnya, Assoc. Prof Karyn Johnson dari The University of Queensland, Australia, membawakan materi mengenai peran Drosophila dalam memahami interaksi inang dan virus.
"Drosophila melanogaster memiliki peran strategis sebagai model organisme karena kemudahan manipulasi genetik serta kemiripan mekanisme imun dasarnya dengan organisme tingkat tinggi," paparnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 15 persen penyakit infeksi pada manusia ditularkan melalui serangga, sehingga pendekatan riset berbasis Drosophila dapat membantu mengidentifikasi jalur molekuler dan respons imun terhadap virus.
“Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi jalur molekuler dan respons imun yang berperan dalam membatasi maupun memfasilitasi infeksi virus. Temuan-temuan dari penelitian berbasis Drosophila diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam memahami proses serupa,” jelas Prof Karyn.
Menutup pemaparannya, Prof Karyn menyoroti peran molekul microRNA dalam proses infeksi virus.
"Pengaruh miRNA dapat bersifat spesifik terhadap jenis virus tertentu maupun bersifat umum terhadap berbagai virus, sehingga pemahaman mengenai peran miRNA membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit berbasis molekuler yang lebih efektif di masa depan," tutupnya.
Pada sesi berikutnya, Prof Tim Weil dari Department of Zoology, The University of Cambridge, Inggris, membahas regulasi translasi dan pembentukan protein–RNA condensates dalam perkembangan awal Drosophila.
"Distribusi dan lokalisasi mRNA determinan, khususnya bicoid dan gurken, berperan sentral dalam penentuan sumbu anterior posterior dan dorso ventral embrio," ujarnya.
Selain webinar daring, rangkaian Fly Research Group Outreach 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan luring berupa praktikum Drosophila di Laboratorium Biofarmasi–Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas. Praktikum tersebut diikuti oleh 11 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan sebagai bentuk penguatan jejaring dan kolaborasi riset berbasis model organisme.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas riset mahasiswa dan dosen, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi. Webinar diinisiasi oleh UFRG sebagai salah satu Thematic Research Group (TRG) di Fakultas Farmasi Unhas.
Outreach 2026 dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan praktik riset berbasis organisme model. Empat peneliti berpengalaman di bidang Drosophila melanogaster hadir membagikan pendekatan ilmiah serta potensi pemanfaatan lalat buah dalam berbagai bidang, mulai dari genetika, biologi perkembangan, hingga riset penyakit dan terapi.
Ketua Panitia, Mukarram Mudjahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Unhas, The University of Queensland, dan University of Cambridge.
"Model ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah, tetapi juga membangun soft skills, kepemimpinan akademik, dan kapasitas implementasi riset di masing-masing institusi," kata Mukarram.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 11 universitas di luar Unhas tercatat menyatakan minat berpartisipasi, dengan 13 dosen perwakilan serta sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi mengikuti kegiatan. UFRG menargetkan lahirnya kolaborasi riset lintas kampus berbasis model lalat buah.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof Muhammad Aswad, menegaskan pemanfaatan lalat buah memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.
"Kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik yang telah dikembangkan di Fakultas Farmasi Unhas, sekaligus mendorong penguatan budaya riset kolaboratif," jelasnya.
Ia menambahkan, Fakultas Farmasi Unhas yang memiliki sembilan TRG diarahkan untuk memperluas implementasi riset berbasis model organisme serta memperkenalkannya lebih luas kepada masyarakat akademik Indonesia.
Pada sesi materi, Prof. Firzan Nainu dari Fakultas Farmasi Unhas memaparkan potensi Drosophila melanogaster sebagai model biologis untuk memahami kesehatan manusia, penyakit, dan pengembangan terapi.
"Sekitar 75% gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada Drosophila, dengan kesamaan tidak hanya pada struktur gen, tetapi juga fungsi biologis dan mekanisme seluler. Hal ini menjadikan Drosophila sangat efektif sebagai model screening untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi," tuturnya.
Ia juga menekankan relevansi temuan pada Drosophila dalam menjelaskan berbagai penyakit manusia, termasuk kanker, gangguan metabolik, penyakit degeneratif, dan proses inflamasi.
“Melalui UFRG Outreach 2026, Drosophila diposisikan sebagai mikroskop biologis yang mempercepat riset dan memperkuat kapasitas riset mahasiswa Indonesia,” kata dia.
Webinar ini turut menghadirkan narasumber internasional, Prof Toshiyuki Takano dari Kyoto Drosophila Stock Center, Kyoto Institute of Technology, Jepang. Ia menjelaskan peran koleksi Drosophila sebagai sumber riset global yang memungkinkan kajian penyakit secara sistematis dan efisien, sekaligus menjembatani pendekatan lintas disiplin dari genetika hingga pengembangan terapi.
Selanjutnya, Assoc. Prof Karyn Johnson dari The University of Queensland, Australia, membawakan materi mengenai peran Drosophila dalam memahami interaksi inang dan virus.
"Drosophila melanogaster memiliki peran strategis sebagai model organisme karena kemudahan manipulasi genetik serta kemiripan mekanisme imun dasarnya dengan organisme tingkat tinggi," paparnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 15 persen penyakit infeksi pada manusia ditularkan melalui serangga, sehingga pendekatan riset berbasis Drosophila dapat membantu mengidentifikasi jalur molekuler dan respons imun terhadap virus.
“Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi jalur molekuler dan respons imun yang berperan dalam membatasi maupun memfasilitasi infeksi virus. Temuan-temuan dari penelitian berbasis Drosophila diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam memahami proses serupa,” jelas Prof Karyn.
Menutup pemaparannya, Prof Karyn menyoroti peran molekul microRNA dalam proses infeksi virus.
"Pengaruh miRNA dapat bersifat spesifik terhadap jenis virus tertentu maupun bersifat umum terhadap berbagai virus, sehingga pemahaman mengenai peran miRNA membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit berbasis molekuler yang lebih efektif di masa depan," tutupnya.
Pada sesi berikutnya, Prof Tim Weil dari Department of Zoology, The University of Cambridge, Inggris, membahas regulasi translasi dan pembentukan protein–RNA condensates dalam perkembangan awal Drosophila.
"Distribusi dan lokalisasi mRNA determinan, khususnya bicoid dan gurken, berperan sentral dalam penentuan sumbu anterior posterior dan dorso ventral embrio," ujarnya.
Selain webinar daring, rangkaian Fly Research Group Outreach 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan luring berupa praktikum Drosophila di Laboratorium Biofarmasi–Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas. Praktikum tersebut diikuti oleh 11 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan sebagai bentuk penguatan jejaring dan kolaborasi riset berbasis model organisme.
(MAN)
Berita Terkait
News
Unhas Dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif di PKM Award 2026
Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih tiga penghargaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Award (PKM Award) Tahun 2026, di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Senin (21/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 06:09
News
Telkomsel dan Unhas Perkuat Akses Magang Virtual untuk Mahasiswa
Telkomsel menjawab tantangan zaman dengan cara memperluas akses program Virtual Internship (Virtuship) ke Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Selasa, 22 Sep 2026 21:58
News
Unhas Tuan Rumah Forum Warek Akademik PTN se-Indonesia
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Kamis, 17 Sep 2026 16:19
Sulsel
FH Unhas dan UNODC Bahas Kolaborasi Riset Penegakan Hukum dan Kejahatan Transnasional
Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki peluang kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, melalui kunjungan langsung ke kantor UNODC di Bangkok, Rabu (16/9/202).
Kamis, 17 Sep 2026 14:12
Sulsel
Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan yang diinisiasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.
Selasa, 15 Sep 2026 19:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan