Tangani Krisis Air Bersih, Legislator Makassar Dorong Pembentukan Pansus
Senin, 20 Apr 2026 23:29
Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, saat mengikuti Rapat Paripurna di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengkritik belum teratasinya krisis air bersih di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Makassar.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Kedua DPRD Kota Makassar terkait penyampaian hasil reses tahun sidang 2025/2026, yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026).
Ray menilai persoalan air bersih yang telah berlangsung puluhan tahun harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Makassar karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
"Hari ini kami di Kota Makassar, terutama di wilayah Dapil 2, kami masih mengalami persoalan yang sama sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Persoalan air bersih ini, Pak, perlu menjadi fokus kita, karena ini adalah dasar orang hidup," ungkapnya.
Ia mengungkapkan kondisi di wilayah utara Makassar saat ini masih memprihatinkan. Sebagai warga yang tinggal di kawasan tersebut, Ray mengaku merasakan langsung dampak keterbatasan akses air bersih terhadap aktivitas masyarakat.
"Di mana tidak ada hal yang akan bisa terjadi kalau air itu tidak dihadirkan di tengah-tengah masyarakat kita. Keadaan kami di sana sangat memprihatinkan. Kami sekedar informasi, kami juga anggota DPRD yang juga secara langsung tinggal dan melihat kondisi apa yang dirasakan oleh masyarakat kita," bebernya.
Ray juga menyoroti kinerja PDAM yang dinilai belum mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan tersebut.
"Kami berharap mudah-mudahan Pemerintah Kota Makassar melalui tangan-tangan baik Bapak Walikota bersama seluruh jajaran eksekutif di Pemerintah Kota Makassar bisa memfokuskan ini dulu, Pak. Krena percuma kita mau pikirkan anak-anak kita cerdas, bapaknya produktif, orang tuanya bisa produktif kalau kebutuhan dasarnya belum diselesaikan," tambahnya.
Ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan mendasar sebelum membahas program lain.
"Saya jujur, bukan bosan juga tapi kayaknya teman-teman bosan yang dengarkan saya untuk selalu menyampaikan ini. Tapi mau tidak mau, ngapain kita mau melangkah di hal yang yang baru kalau hal yang dasar saja ini belum terselesaikan," keluhnya.
Ray menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah legislator di Dapil 2 untuk mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna membahas persoalan air bersih secara lebih mendalam.
"Kami mencoba untuk kemudian bagaimana air ini, persoalan ini bisa diselesaikan. Terus kemudian persoalan yang lain, persoalan air ini, memang secara secara fungsi kami di DPRD tidak ada yang mengawasi jalannya teknis pengerjaan di di PDAM ini," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini pengawasan di Komisi B lebih berfokus pada aspek keuangan dan pendapatan, sehingga pengawasan terhadap infrastruktur belum optimal.
"Harusnya memang kami sudah berbicara dengan teman-teman di TAPD bersama dengan Bappeda dan seluruh instrumen Pemerintah Kota Makassar," jelasnya.
Ray juga mendorong sinergi dengan Komisi C DPRD Makassar agar pengawasan sektor infrastruktur dapat dilakukan lebih spesifik.
"Ini yang kami harapkan bisa kemudian bisa sesegera mungkin terealisasikan, karena ini persoalan yang sangat krusial, Pak. Percuma kita berbicara soal kemajuan kalau air saja susah," tutupnya.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Kedua DPRD Kota Makassar terkait penyampaian hasil reses tahun sidang 2025/2026, yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026).
Ray menilai persoalan air bersih yang telah berlangsung puluhan tahun harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Makassar karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
"Hari ini kami di Kota Makassar, terutama di wilayah Dapil 2, kami masih mengalami persoalan yang sama sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Persoalan air bersih ini, Pak, perlu menjadi fokus kita, karena ini adalah dasar orang hidup," ungkapnya.
Ia mengungkapkan kondisi di wilayah utara Makassar saat ini masih memprihatinkan. Sebagai warga yang tinggal di kawasan tersebut, Ray mengaku merasakan langsung dampak keterbatasan akses air bersih terhadap aktivitas masyarakat.
"Di mana tidak ada hal yang akan bisa terjadi kalau air itu tidak dihadirkan di tengah-tengah masyarakat kita. Keadaan kami di sana sangat memprihatinkan. Kami sekedar informasi, kami juga anggota DPRD yang juga secara langsung tinggal dan melihat kondisi apa yang dirasakan oleh masyarakat kita," bebernya.
Ray juga menyoroti kinerja PDAM yang dinilai belum mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan tersebut.
"Kami berharap mudah-mudahan Pemerintah Kota Makassar melalui tangan-tangan baik Bapak Walikota bersama seluruh jajaran eksekutif di Pemerintah Kota Makassar bisa memfokuskan ini dulu, Pak. Krena percuma kita mau pikirkan anak-anak kita cerdas, bapaknya produktif, orang tuanya bisa produktif kalau kebutuhan dasarnya belum diselesaikan," tambahnya.
Ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan mendasar sebelum membahas program lain.
"Saya jujur, bukan bosan juga tapi kayaknya teman-teman bosan yang dengarkan saya untuk selalu menyampaikan ini. Tapi mau tidak mau, ngapain kita mau melangkah di hal yang yang baru kalau hal yang dasar saja ini belum terselesaikan," keluhnya.
Ray menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah legislator di Dapil 2 untuk mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna membahas persoalan air bersih secara lebih mendalam.
"Kami mencoba untuk kemudian bagaimana air ini, persoalan ini bisa diselesaikan. Terus kemudian persoalan yang lain, persoalan air ini, memang secara secara fungsi kami di DPRD tidak ada yang mengawasi jalannya teknis pengerjaan di di PDAM ini," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini pengawasan di Komisi B lebih berfokus pada aspek keuangan dan pendapatan, sehingga pengawasan terhadap infrastruktur belum optimal.
"Harusnya memang kami sudah berbicara dengan teman-teman di TAPD bersama dengan Bappeda dan seluruh instrumen Pemerintah Kota Makassar," jelasnya.
Ray juga mendorong sinergi dengan Komisi C DPRD Makassar agar pengawasan sektor infrastruktur dapat dilakukan lebih spesifik.
"Ini yang kami harapkan bisa kemudian bisa sesegera mungkin terealisasikan, karena ini persoalan yang sangat krusial, Pak. Percuma kita berbicara soal kemajuan kalau air saja susah," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Appi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD untuk Perbaikan Kinerja Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).
Kamis, 14 Mei 2026 06:56
Makassar City
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
Sejumlah legislator menilai penanganan persoalan tersebut perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
Kamis, 14 Mei 2026 06:32
Makassar City
DPRD Makassar Desak BPJS Kesehatan Lanjutkan Kerja Sama dengan RS Bahagia
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Paripurna Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Rabu (13/5/2026).
Rabu, 13 Mei 2026 19:52
News
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
Perwakilan warga pemilik unit di apartemen vida view bersitegang dengan pihak building manajemen (BM). Keributan sempat terjadi di ruang building manajemen lantai 1 apartemen vida view, Panakukang. Rabu (13/05/2026).
Rabu, 13 Mei 2026 18:23
Makassar City
Ketua DPRD Makassar Jempol Langkah Tegas Polisi terhadap Geng Motor
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam penanganan aksi geng motor yang meresahkan warga.
Rabu, 13 Mei 2026 06:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
4
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
4
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi