Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS–Israel
Minggu, 01 Mar 2026 12:52
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Foto: AFP)
IRAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Kabar kematian tersebut telah dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran dan sejumlah kantor berita resmi negara itu.
Serangan udara tersebut dilaporkan menghantam kompleks kediaman Khamenei dan sejumlah fasilitas strategis di ibu kota Iran. Operasi militer gabungan itu disebut menjatuhkan puluhan bom ke lokasi yang menjadi pusat komando pertahanan Iran.
Pemerintah Iran menyatakan Khamenei “syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Sejumlah media resmi Iran, termasuk IRNA, Tasnim, dan Fars, turut memastikan kematian pemimpin berusia 86 tahun tersebut akibat serangan AS–Israel.
Sementara itu, pejabat Israel dan mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyatakan Khamenei tewas dalam operasi militer yang menargetkan kepemimpinan Iran. Kematian Khamenei dinilai sebagai eskalasi besar dalam konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang telah berlangsung lama.
Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dalam sistem politik Iran, posisi tersebut merupakan otoritas tertinggi negara yang mengendalikan kebijakan politik, militer, dan keagamaan.
Seusai kematian Khamenei, Iran dilaporkan memasuki fase transisi kepemimpinan dengan sejumlah pejabat tinggi negara menjalankan fungsi pemerintahan sementara. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas domestik Iran dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Serangan yang menewaskan pemimpin Iran itu juga memicu respons militer balasan dari Teheran terhadap target AS dan Israel di kawasan. Ketegangan regional meningkat tajam dan memunculkan kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah.
Serangan udara tersebut dilaporkan menghantam kompleks kediaman Khamenei dan sejumlah fasilitas strategis di ibu kota Iran. Operasi militer gabungan itu disebut menjatuhkan puluhan bom ke lokasi yang menjadi pusat komando pertahanan Iran.
Pemerintah Iran menyatakan Khamenei “syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Sejumlah media resmi Iran, termasuk IRNA, Tasnim, dan Fars, turut memastikan kematian pemimpin berusia 86 tahun tersebut akibat serangan AS–Israel.
Sementara itu, pejabat Israel dan mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyatakan Khamenei tewas dalam operasi militer yang menargetkan kepemimpinan Iran. Kematian Khamenei dinilai sebagai eskalasi besar dalam konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang telah berlangsung lama.
Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dalam sistem politik Iran, posisi tersebut merupakan otoritas tertinggi negara yang mengendalikan kebijakan politik, militer, dan keagamaan.
Seusai kematian Khamenei, Iran dilaporkan memasuki fase transisi kepemimpinan dengan sejumlah pejabat tinggi negara menjalankan fungsi pemerintahan sementara. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas domestik Iran dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Serangan yang menewaskan pemimpin Iran itu juga memicu respons militer balasan dari Teheran terhadap target AS dan Israel di kawasan. Ketegangan regional meningkat tajam dan memunculkan kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sejjil: Dari Karbala Ke Lauh Mahfuzh
Rudal Sejjil bukan sekadar senjata Iran — ia memuat simbol wahyu, jejak Karbala, catatan Lauh Mahfuzh, dan makna tafsir militer dalam bahasa langit.
Minggu, 22 Jun 2025 06:22
News
Presiden Iran dan Rombongan Dilaporkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Presiden Iran Ebrahim Raisi dan beberapa pejabat senior dilaporkan tewas setelah helikopter yang membawa mereka jatuh di provinsi Azerbaijan Timur pada hari Minggu.
Senin, 20 Mei 2024 13:40
News
Indonesia Serukan Deeskalasi Konflik di Timur Tengah
Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya diplomasi, untuk meredakan ketegangan atau deeskalasi situasi geopolitik di Timur Tengah.
Selasa, 16 Apr 2024 18:03
Ekbis
Indonesia Antisipasi Dampak Perekonomian Akibat Konflik Timur Tengah
Perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama pasca serangan Israel ke fasilitas diplomatik Iran di Damaskus dan serangan balasan Iran ke Israel, menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia
Selasa, 16 Apr 2024 17:33
News
Dikritik Masyarakat, Baznas RI Tegaskan Tidak Bakal Lagi Terima Donasi McDonald's Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan sikap tidak akan menerima lagi donasi dari McDonald's Indonesia untuk bantuan kepada masyarakat Gaza.
Minggu, 07 Apr 2024 20:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hotel Grand Puri Bantah Tudingan Penutupan Akses Wisma Nirmalasari
2
Safari Ramadan, Tenaga Ahli Menag Tekankan Layanan Keagamaan Berdampak Nyata
3
McDonald’s Dukung Peluang Lapangan Kerja Lintas Sektor Tumbuh Lebih dari Tiga Kali Lipat
4
Kritik sebagai Amanah Moral: Menyetel Nurani, Menjaga Peradaban
5
KNPI Sulsel Santuni 50 Anak Yatim, OKP Lintas Agama Hadir di Buka Puasa Bersama
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hotel Grand Puri Bantah Tudingan Penutupan Akses Wisma Nirmalasari
2
Safari Ramadan, Tenaga Ahli Menag Tekankan Layanan Keagamaan Berdampak Nyata
3
McDonald’s Dukung Peluang Lapangan Kerja Lintas Sektor Tumbuh Lebih dari Tiga Kali Lipat
4
Kritik sebagai Amanah Moral: Menyetel Nurani, Menjaga Peradaban
5
KNPI Sulsel Santuni 50 Anak Yatim, OKP Lintas Agama Hadir di Buka Puasa Bersama