Investor Gorontalo Bidik Jagung Maros, Siapkan Investasi Lebih dari Rp53 Miliar
Sabtu, 20 Jun 2026 17:58
Bupati Maro, AS Chaidir Syam menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Foto: Istimewa
GORONTALO - Keikutsertaan Kabupaten Maros dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi pertanian. Kegiatan tersebut juga membuka peluang investasi baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu peluang yang muncul adalah minat investasi dari PT Gorontalo Pangan Lestari pada komoditas jagung di Kabupaten Maros. Perusahaan tersebut berencana berinvestasi dalam pengadaan dan pengembangan jagung dengan kapasitas pengelolaan mencapai 12.000 ton. Nilai investasi yang disiapkan diperkirakan lebih dari Rp53 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan PENAS XVII memberikan manfaat strategis bagi daerah, tidak hanya bagi petani dan nelayan yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dalam membuka peluang kerja sama ekonomi.
"Selain menjadi sarana belajar dan bertukar pengalaman bagi petani dan nelayan, kami juga mendapatkan peluang yang sangat berharga berupa penjajakan investasi di Kabupaten Maros,” ujar Chaidir dalam rilisnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, investasi tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran investor juga dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani jagung di Maros.
Chaidir menilai Provinsi Gorontalo memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan komoditas jagung. Selama ini, daerah tersebut dikenal berhasil mengembangkan sistem budidaya hingga pemasaran jagung secara terintegrasi.
"Gorontalo merupakan salah satu daerah yang berhasil dalam pengembangan jagung. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi petani jagung di Maros, baik dari sisi produksi maupun pemasaran," katanya.
Ia berharap investasi yang sedang dijajaki tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas jagung, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal.
Sementara itu, perwakilan Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, menilai Kabupaten Maros memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, investasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.
"Maros memiliki potensi pertanian yang sangat baik, khususnya pada komoditas jagung. Kami melihat peluang besar untuk membangun kerja sama investasi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Dengan kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton, pihaknya optimistis program tersebut mampu memperkuat rantai distribusi hasil pertanian, meningkatkan produktivitas, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala DPMPTSP dan Ketenagakerjaan Kabupaten Maros, Nuryadi, mengatakan momentum PENAS XVII dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperluas jejaring investasi dan kerja sama antardaerah.
Menurutnya, komunikasi yang dilakukan Bupati Maros selama kegiatan berlangsung berhasil membuka peluang kerja sama yang menjanjikan, terutama pada sektor jagung.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan arus investasi ke Kabupaten Maros sekaligus memperluas akses pemasaran hasil pertanian masyarakat.
Dengan potensi investasi lebih dari Rp53 miliar, kerja sama Maros dan Gorontalo di sektor jagung diharapkan dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian pasar dan penguatan rantai distribusi hasil pertanian.
Salah satu peluang yang muncul adalah minat investasi dari PT Gorontalo Pangan Lestari pada komoditas jagung di Kabupaten Maros. Perusahaan tersebut berencana berinvestasi dalam pengadaan dan pengembangan jagung dengan kapasitas pengelolaan mencapai 12.000 ton. Nilai investasi yang disiapkan diperkirakan lebih dari Rp53 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan PENAS XVII memberikan manfaat strategis bagi daerah, tidak hanya bagi petani dan nelayan yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dalam membuka peluang kerja sama ekonomi.
"Selain menjadi sarana belajar dan bertukar pengalaman bagi petani dan nelayan, kami juga mendapatkan peluang yang sangat berharga berupa penjajakan investasi di Kabupaten Maros,” ujar Chaidir dalam rilisnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, investasi tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran investor juga dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani jagung di Maros.
Chaidir menilai Provinsi Gorontalo memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan komoditas jagung. Selama ini, daerah tersebut dikenal berhasil mengembangkan sistem budidaya hingga pemasaran jagung secara terintegrasi.
"Gorontalo merupakan salah satu daerah yang berhasil dalam pengembangan jagung. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi petani jagung di Maros, baik dari sisi produksi maupun pemasaran," katanya.
Ia berharap investasi yang sedang dijajaki tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas jagung, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal.
Sementara itu, perwakilan Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, menilai Kabupaten Maros memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, investasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.
"Maros memiliki potensi pertanian yang sangat baik, khususnya pada komoditas jagung. Kami melihat peluang besar untuk membangun kerja sama investasi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Dengan kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton, pihaknya optimistis program tersebut mampu memperkuat rantai distribusi hasil pertanian, meningkatkan produktivitas, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala DPMPTSP dan Ketenagakerjaan Kabupaten Maros, Nuryadi, mengatakan momentum PENAS XVII dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperluas jejaring investasi dan kerja sama antardaerah.
Menurutnya, komunikasi yang dilakukan Bupati Maros selama kegiatan berlangsung berhasil membuka peluang kerja sama yang menjanjikan, terutama pada sektor jagung.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan arus investasi ke Kabupaten Maros sekaligus memperluas akses pemasaran hasil pertanian masyarakat.
Dengan potensi investasi lebih dari Rp53 miliar, kerja sama Maros dan Gorontalo di sektor jagung diharapkan dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian pasar dan penguatan rantai distribusi hasil pertanian.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Senin, 02 Nov 2026 14:27
News
Pemkab Maros Siapkan Rp32,5 M untuk Gaji 10.992 ASN, Tanggal Merah Tetap Cair
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,5 miliar untuk pembayaran gaji 10.992 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah.
Minggu, 01 Nov 2026 13:03
News
Ribuan Kader PKK Maros Ikuti Jambore di Camba
Ribuan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengikuti Jambore PKK.
Sabtu, 31 Okt 2026 12:02
Sulsel
Posyandu Maros Didorong Layani Enam Bidang Dasar
Posyandu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, didorong bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang pelayanan dasar, tidak lagi terbatas pada kesehatan ibu dan anak.
Kamis, 29 Okt 2026 15:19
Sports
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
Bonus atlet Kabupaten Maros untuk peraih medali emas pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026 naik menjadi Rp20 juta per medali. Sementara itu, besaran bonus untuk peraih medali perunggu masih dalam tahap perhitungan.
Kamis, 29 Okt 2026 10:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa
2
Sambut HUT ke-15, Nasdem Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah di Makassar
3
Partnership Ikonik McDonald’s dan G-DRAGON Hadir di Indonesia Lewat Joah-Yo! Meal
4
Perketat Pengawasan RS Sandi Karsa Usai Insiden Pasien Meninggal
5
Summarecon Mulai Bangun Cluster Premium Rinoka, Target Rampung Akhir 2027
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa
2
Sambut HUT ke-15, Nasdem Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah di Makassar
3
Partnership Ikonik McDonald’s dan G-DRAGON Hadir di Indonesia Lewat Joah-Yo! Meal
4
Perketat Pengawasan RS Sandi Karsa Usai Insiden Pasien Meninggal
5
Summarecon Mulai Bangun Cluster Premium Rinoka, Target Rampung Akhir 2027