Jalan Simpang Tiga SPBU Moncongloe Dikerjakan, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Minggu, 02 Agu 2026 14:39
Kondisi jalan simpang tiga SPBU Moncongloe yang mulai dikerjakan. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pengerjaan peningkatan jalan di kawasan Simpang Tiga SPBU Moncongloe, Kabupaten Maros, mulai dilaksanakan.
Selama proses konstruksi, arus lalu lintas di ruas penghubung Moncongloe–Daya diberlakukan sistem satu lajur sehingga pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif.
Pengaturan tersebut dilakukan karena adanya pekerjaan drainase yang menjadi bagian dari proyek peningkatan jalan. Pada tahap awal, kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian sehingga antrean diperkirakan tidak dapat dihindari.
Kepala Desa Moncongloe, M. Iqbal, mengatakan pengaturan lalu lintas mulai diberlakukan pada 1 hingga 20 Agustus 2026. Selama periode tersebut tidak ada penutupan total jalan, namun kendaraan hanya dapat melintas melalui satu lajur.
"Sebenarnya bukan buka tutup jalan, tetapi akses yang digunakan hanya satu lajur sehingga kendaraan harus mengantre untuk melintas," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah pekerjaan drainase selesai, ruas jalan akan ditutup total mulai 21 Agustus hingga 17 September 2026 untuk mempercepat proses pembangunan.
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, masyarakat yang menuju kawasan Daya, KIMA, maupun wilayah sekitarnya diminta memanfaatkan jalur alternatif.
Pengendara menuju Daya dan KIMA dapat melalui jalur Dusun Biringje'ne atau jalur Kodam III. Sementara itu, masyarakat yang menuju Antang dapat melintas melalui Moncongloe Lappara hingga tembus ke BTP.
"Untuk kendaraan menuju kawasan Sudiang disarankan melalui jalur Pattontongan. Sebenarnya banyak jalur alternatif, hanya saja memang agak jauh. Jadi warga diminta untuk berangkat kerja lebih cepat dari biasanya," jelasnya.
Salah seorang warga Perumahan Bina Sarana Residence, Ashadil, mengaku selama ini rutin melintasi Simpang Tiga SPBU Moncongloe untuk menuju tempat kerjanya. Namun, jika pengerjaan jalan telah berlangsung, ia akan menggunakan jalur alternatif melalui Biringje'ne.
"Memang kalau dari arah rumah agak memutar, tapi kalau nanti sudah mulai pengerjaan maka tidak ada jalan lain selain memutar," ujarnya.
Pria berusia 39 tahun itu mengatakan hingga siang hari dirinya masih dapat melintasi jalur tersebut karena pekerjaan belum dimulai.
"Sampai tadi saya masih lewat jalur yang biasa. Belum ada pengerjaan. Mungkin besok baru mulai dilakukan buka tutup jalan. Tapi memang sudah ada material bangunan di pinggir jalan," pungkasnya.
Selama proses konstruksi, arus lalu lintas di ruas penghubung Moncongloe–Daya diberlakukan sistem satu lajur sehingga pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif.
Pengaturan tersebut dilakukan karena adanya pekerjaan drainase yang menjadi bagian dari proyek peningkatan jalan. Pada tahap awal, kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian sehingga antrean diperkirakan tidak dapat dihindari.
Kepala Desa Moncongloe, M. Iqbal, mengatakan pengaturan lalu lintas mulai diberlakukan pada 1 hingga 20 Agustus 2026. Selama periode tersebut tidak ada penutupan total jalan, namun kendaraan hanya dapat melintas melalui satu lajur.
"Sebenarnya bukan buka tutup jalan, tetapi akses yang digunakan hanya satu lajur sehingga kendaraan harus mengantre untuk melintas," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah pekerjaan drainase selesai, ruas jalan akan ditutup total mulai 21 Agustus hingga 17 September 2026 untuk mempercepat proses pembangunan.
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, masyarakat yang menuju kawasan Daya, KIMA, maupun wilayah sekitarnya diminta memanfaatkan jalur alternatif.
Pengendara menuju Daya dan KIMA dapat melalui jalur Dusun Biringje'ne atau jalur Kodam III. Sementara itu, masyarakat yang menuju Antang dapat melintas melalui Moncongloe Lappara hingga tembus ke BTP.
"Untuk kendaraan menuju kawasan Sudiang disarankan melalui jalur Pattontongan. Sebenarnya banyak jalur alternatif, hanya saja memang agak jauh. Jadi warga diminta untuk berangkat kerja lebih cepat dari biasanya," jelasnya.
Salah seorang warga Perumahan Bina Sarana Residence, Ashadil, mengaku selama ini rutin melintasi Simpang Tiga SPBU Moncongloe untuk menuju tempat kerjanya. Namun, jika pengerjaan jalan telah berlangsung, ia akan menggunakan jalur alternatif melalui Biringje'ne.
"Memang kalau dari arah rumah agak memutar, tapi kalau nanti sudah mulai pengerjaan maka tidak ada jalan lain selain memutar," ujarnya.
Pria berusia 39 tahun itu mengatakan hingga siang hari dirinya masih dapat melintasi jalur tersebut karena pekerjaan belum dimulai.
"Sampai tadi saya masih lewat jalur yang biasa. Belum ada pengerjaan. Mungkin besok baru mulai dilakukan buka tutup jalan. Tapi memang sudah ada material bangunan di pinggir jalan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Anak-anak Maros Kirim Surat ke Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak
Melalui tulisan tangan, mereka menyampaikan kritik, saran, hingga harapan tentang masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Senin, 27 Jul 2026 11:48
News
Realisasi Pendapatan APBD Maros Tertinggi di Sulsel, Capai 52,58 Persen
Kabupaten Maros mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Sulawesi Selatan hingga akhir Juli 2026.
Minggu, 26 Jul 2026 15:46
News
Angkasa Pura Bayar PBB Rp17,4 Miliar, Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Maros
PT Angkasa Pura Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp17,4 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Maros.
Jum'at, 24 Jul 2026 17:00
News
Ground Breaking Jalan Moncongloe Dimulai, Gubernur Janji Akhiri Macet dan Banjir
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe di Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026).
Kamis, 23 Jul 2026 15:16
Sulsel
Tiga Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Maros
Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai membangun tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Maros.
Rabu, 22 Jul 2026 18:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
Warga Lampia Minta Polemik Lahan PSN Tak Picu Perpecahan
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
5
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
Warga Lampia Minta Polemik Lahan PSN Tak Picu Perpecahan
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
5
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa