Tim PDKB PLN UID Sulselrabar Bekerja Bertaruh Nyawa Jaga Listrik Tetap Menyala
Selasa, 04 Jul 2023 18:21
Tim PDKB PLN UID Sulselrabar bekerja bertaruh nyawa demi memastikan pasokan listrik tetap andal bagi konsumen. Foto/Dok PLN
MAKASSAR - Berbekal kompetensi atau keterampilan khusus yang telah disertifikasi layaknya prajurit yang memiliki kemampuan tempur istimewa, PT PLN (Persero) memiliki pasukan khusus dalam penugasan-penugasan berisiko tinggi. Dijuluki sebagai pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), unit PLN ini merupakan orang-orang pilihan dengan kompetensi yang mampu bekerja dalam keadaan listrik bertegangan.
Pasukan ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik. Mereka memiliki kemampuan khusus dan berisiko tinggi untuk bekerja tanpa harus memadamkan aliran listrik. Berkat kerja keras PDKB, selama ini banyak masyarakat yang tetap dapat menikmati listrik meski terjadi gangguan dan pemeliharaan instalasi kelistrikan.
PDKB sendiri adalah suatu tim kerja yang dibentuk oleh PLN yang bertujuan melaksanakan pekerjaan di jaringan tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga pelanggan PLN baik itu pelanggan rumah tangga maupun pelanggan industri dapat melaksakan aktivitasnya meskipun jaringannya sedang dalam pemeliharaan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin, mengisahkan PDKB PLN UID Sulselrabar telah berdiri selama 27 tahun dan telah diterjunkan ke berbagai macam medan serta ditugaskan dalam bantuan pemulihan listrik akibat bencana alam.
Di antaranya yakni gempa bumi di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, cuaca buruk di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan dan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. "Dalam penugasannya, tim khusus PDKB bekerja dengan efektif dan selalu dapat menuntaskan pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat melihat medan dan tantangan yang cukup berat," ujar Andy.
Andy mencatat PLN UID Sulselrabar memiliki delapan tim PDKB efektif yang beranggotakan 88 pasukan khusus yang tersebar di Makassar, Parepare, Palopo, Mamuju, Kendari, Bulukumba dan Watampone. "Pasukan PDKB merupakan salah satu garda terdepan PLN dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan listrik berkualitas dan berkelanjutan. Bahkan saat bekerja tanpa padam, tim PDKB memiliki kemampuan memperbaiki dengan metode sentuh langsung," ujar Andy.
Andy menggambarkan tantangan PLN akan semakin besar. Untuk itu ia mengharapkan agar tim PDKB ini semakin solid, tangguh serta berpegang pada nilai AKHLAK di dalam PLN. "Sebagai pasukan elitnya PLN, PDKB menjadi unit yang paling diandalkan untuk menjaga pasokan listrik yang berkualitas," tuturnya.
Meski tak banyak dikenal luas oleh masyarakat, PDKB senantiasa bekerja dengan profesional. Di tangan mereka pemeliharaan tower listrik dijalankan meski dengan kondisi arus listrik yang kuat. Ini yang membuat PLN mampu menghadirkan keandalan listrik bagi pelanggan.
Pasukan PDKB pun harus mengedepankan prinsip zero accident atau nihil kecelakaan, patuh pada SOP, mengutamakan tim kerja, dan berpegang teguh pada profesionalisme kerja.
Nasrul, salah seorang insan PLN yang menjadi bagian dari PDKB PLN Unit Induk Distibusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) selama 22 tahun mengungkapkan kebanggaanya dapat menjadi bagian dari pasukan khusus ini.
"Untuk menjadi bagian dari PDKB kami harus menjalankan pelatihan selama dua bulan, disana kami dilatih dan ditempa untuk safety serta tanggap dalam menangani gangguan sekecil apapun," ungkap Nasrul.
Selain itu ada banyak tantangan dalam menjalankan tugas sehari-hari, terlebih pekerjaannya juga menurut Nasrul, harus siap mempertaruhkan nyawa demi memastikan listrik tetap menyala untuk kepentingan masyarakat luas.
Ia pun mengaku siap untuk menjadi bagian dari kepeloporan transformasi organisasi dan mendukung energi yang berkelanjutan, andal, dan berkualitas.
Sebagai informasi, secara nasional pasukan khusus PDKB sendiri lahir pada 10 November 1995 silam yang bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan. Tak salah bila semangat kepahlawanan juga menjadi ciri pasukan PDKB yang siap mengambil risiko tinggi dalam pelayanan PLN, demi terlayaninya kepentingan kelistrikan nasional yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pasukan ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik. Mereka memiliki kemampuan khusus dan berisiko tinggi untuk bekerja tanpa harus memadamkan aliran listrik. Berkat kerja keras PDKB, selama ini banyak masyarakat yang tetap dapat menikmati listrik meski terjadi gangguan dan pemeliharaan instalasi kelistrikan.
PDKB sendiri adalah suatu tim kerja yang dibentuk oleh PLN yang bertujuan melaksanakan pekerjaan di jaringan tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga pelanggan PLN baik itu pelanggan rumah tangga maupun pelanggan industri dapat melaksakan aktivitasnya meskipun jaringannya sedang dalam pemeliharaan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin, mengisahkan PDKB PLN UID Sulselrabar telah berdiri selama 27 tahun dan telah diterjunkan ke berbagai macam medan serta ditugaskan dalam bantuan pemulihan listrik akibat bencana alam.
Di antaranya yakni gempa bumi di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, cuaca buruk di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan dan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. "Dalam penugasannya, tim khusus PDKB bekerja dengan efektif dan selalu dapat menuntaskan pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat melihat medan dan tantangan yang cukup berat," ujar Andy.
Andy mencatat PLN UID Sulselrabar memiliki delapan tim PDKB efektif yang beranggotakan 88 pasukan khusus yang tersebar di Makassar, Parepare, Palopo, Mamuju, Kendari, Bulukumba dan Watampone. "Pasukan PDKB merupakan salah satu garda terdepan PLN dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan listrik berkualitas dan berkelanjutan. Bahkan saat bekerja tanpa padam, tim PDKB memiliki kemampuan memperbaiki dengan metode sentuh langsung," ujar Andy.
Andy menggambarkan tantangan PLN akan semakin besar. Untuk itu ia mengharapkan agar tim PDKB ini semakin solid, tangguh serta berpegang pada nilai AKHLAK di dalam PLN. "Sebagai pasukan elitnya PLN, PDKB menjadi unit yang paling diandalkan untuk menjaga pasokan listrik yang berkualitas," tuturnya.
Meski tak banyak dikenal luas oleh masyarakat, PDKB senantiasa bekerja dengan profesional. Di tangan mereka pemeliharaan tower listrik dijalankan meski dengan kondisi arus listrik yang kuat. Ini yang membuat PLN mampu menghadirkan keandalan listrik bagi pelanggan.
Pasukan PDKB pun harus mengedepankan prinsip zero accident atau nihil kecelakaan, patuh pada SOP, mengutamakan tim kerja, dan berpegang teguh pada profesionalisme kerja.
Nasrul, salah seorang insan PLN yang menjadi bagian dari PDKB PLN Unit Induk Distibusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) selama 22 tahun mengungkapkan kebanggaanya dapat menjadi bagian dari pasukan khusus ini.
"Untuk menjadi bagian dari PDKB kami harus menjalankan pelatihan selama dua bulan, disana kami dilatih dan ditempa untuk safety serta tanggap dalam menangani gangguan sekecil apapun," ungkap Nasrul.
Selain itu ada banyak tantangan dalam menjalankan tugas sehari-hari, terlebih pekerjaannya juga menurut Nasrul, harus siap mempertaruhkan nyawa demi memastikan listrik tetap menyala untuk kepentingan masyarakat luas.
Ia pun mengaku siap untuk menjadi bagian dari kepeloporan transformasi organisasi dan mendukung energi yang berkelanjutan, andal, dan berkualitas.
Sebagai informasi, secara nasional pasukan khusus PDKB sendiri lahir pada 10 November 1995 silam yang bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan. Tak salah bila semangat kepahlawanan juga menjadi ciri pasukan PDKB yang siap mengambil risiko tinggi dalam pelayanan PLN, demi terlayaninya kepentingan kelistrikan nasional yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Semen Tonasa & PLN Perkuat Sinergi untuk Keandalan Pasokan Listrik
PT Semen Tonasa terus memperkuat kolaborasi dengan PT PLN dalam upaya menjaga keandalan pasokan energi yang menjadi penopang utama aktivitas produksi perusahaan.
Selasa, 23 Jun 2026 21:15
Sulsel
Listrik PLN Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang hingga 60 Persen
Komitmen tersebut diwujudkan PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture (EA) yang mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kamis, 11 Jun 2026 19:45
Sulsel
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Parepare tidak hanya hadir sebagai tempat pengisian daya, tetapi juga berkembang menjadi ruang tunggu yang nyaman bagi pengguna.
Rabu, 10 Jun 2026 15:29
News
Listrik Hijau PLN Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan di Sulsel
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.280 pelanggan telah memanfaatkan program tersebut dengan total daya terpasang mencapai 206.312 kiloVolt Ampere (kVA).
Senin, 08 Jun 2026 22:14
Ekbis
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat telah mencapai 4.280 pelanggan.
Senin, 08 Jun 2026 22:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
5
Rayakan HUT ke-58, BPJS Kesehatan Kampanyekan Budaya Hidup Sehat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
5
Rayakan HUT ke-58, BPJS Kesehatan Kampanyekan Budaya Hidup Sehat