Istri Bupati Maros Dilantik Jadi Sekretaris Dinas Kesehatan
Senin, 05 Jan 2026 13:17
Bupati Maros AS Chaidir Syam melantik sejumlah pejabat eselon II serta sisanya pejabat struktural di jajaran eselon IIIA dan IIIB. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Hari kedua masuk kerja di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Maros melakukan rotasi pejabat melalui mutasi dan pelantikan untuk mengisi sejumlah jabatan yang sebelumnya kosong.
Dalam rotasi tersebut, ada sekitar 64 pejabat dilantik, terdiri dari 10 pejabat eselon II serta sisanya pejabat struktural di jajaran eselon IIIA dan IIIB. Salah satunya Istri Bupati Maros, Ulfiah Nur Yusuf yang dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam menegaskan, mutasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan birokrasi sekaligus memastikan seluruh jabatan strategis terisi sesuai kebutuhan organisasi.
"Pagi ini kita melakukan perputaran atau mutasi untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Total ada 64 pejabat yang dilantik, terutama di eselon II sebanyak 10 pejabat, sisanya di jabatan struktural eselon III," ujar Bupati Maros kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Dengan pelantikan tersebut, Bupati memastikan, seluruh jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Maros kini telah terisi penuh. Dia menyebut, langkah ini penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat realisasi program daerah.
"Untuk eselon II, sekarang sudah tidak ada lagi yang kosong. Semuanya sudah terisi penuh," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan publik terkait penempatan sejumlah pejabat, termasuk yang menjadi sorotan netizen, Bupati Maros menjelaskan, seluruh keputusan didasarkan hasil pemetaan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Dia mencontohkan, ada pejabat dengan golongan IV/c yang secara aturan sudah memenuhi syarat bahkan setara dengan eselon II, namun tetap ditempatkan pada jabatan tertentu karena harus melalui jenjang dan proses yang sesuai.
"Semua harus memenuhi syarat dan melalui tahapan. Kita tidak mau melanggar aturan. Walaupun secara golongan sudah sangat memenuhi, tetap harus mengikuti mekanisme yang ada," jelasnya.
Bupati Maros juga menegaskan, saat ini proses mutasi dan pengangkatan pejabat tidak bisa dilakukan secara instan seperti sebelumnya. Seluruh usulan harus mendapatkan persetujuan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Sekarang tidak bisa lagi seperti dulu. Semua harus ada persetujuan teknis dari BKN. Kalau tidak memenuhi syarat, tentu tidak bisa dilantik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Maros berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan fokus menuntaskan program pembangunan daerah.
"Harapan kita, yang diberi amanah hari ini bisa bekerja maksimal," tutupnya.
Pejabat yang dilantik dan memperoleh kenaikan jabatan antara lain Jamaluddin, dari Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Syamsuddin, dari Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Muhisal, yang sebelumnya Sekretaris Dinas Perikanan, kini menjabat Kepala Dinas Perikanan.
Abbas Maskur, sebelumnya Camat Maros Baru, dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, dari Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi, dipercaya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu Muhammad Aris, yang sebelumnya Camat Bantimurung, kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Andi Irfan Paharuddin, dari Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Wempi Sumarlin, sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, dipercaya menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Kemudian Herwan, dari Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah, kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Sedangkan Sukartono, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Maros.
Selain pejabat eselon II, juga dilantik istri Bupati Maros, Ulfiah Nur Yusuf, menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Apoteker Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maros. Iskandar Zulkarnain, sebelumnya Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, dilantik sebagai Camat Bantimurung.
Mappewakkang Andi Saka, dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, menjabat Camat Mallawa.
Rudy, sebelumnya Sekretaris Kecamatan Cendrana, kini menjabat Camat Maros Baru. Sementara Kemal Wahyudi, yang sebelumnya Camat Mallawa, dilantik sebagai Camat Camba.
Hamril, dari Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, kini menjabat Camat Tompobulu.
Adapun Hardiman Bakri, dari jabatan Camat Tompobulu, kini dipercaya sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.
Dalam rotasi tersebut, ada sekitar 64 pejabat dilantik, terdiri dari 10 pejabat eselon II serta sisanya pejabat struktural di jajaran eselon IIIA dan IIIB. Salah satunya Istri Bupati Maros, Ulfiah Nur Yusuf yang dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam menegaskan, mutasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan birokrasi sekaligus memastikan seluruh jabatan strategis terisi sesuai kebutuhan organisasi.
"Pagi ini kita melakukan perputaran atau mutasi untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Total ada 64 pejabat yang dilantik, terutama di eselon II sebanyak 10 pejabat, sisanya di jabatan struktural eselon III," ujar Bupati Maros kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Dengan pelantikan tersebut, Bupati memastikan, seluruh jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Maros kini telah terisi penuh. Dia menyebut, langkah ini penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat realisasi program daerah.
"Untuk eselon II, sekarang sudah tidak ada lagi yang kosong. Semuanya sudah terisi penuh," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan publik terkait penempatan sejumlah pejabat, termasuk yang menjadi sorotan netizen, Bupati Maros menjelaskan, seluruh keputusan didasarkan hasil pemetaan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Dia mencontohkan, ada pejabat dengan golongan IV/c yang secara aturan sudah memenuhi syarat bahkan setara dengan eselon II, namun tetap ditempatkan pada jabatan tertentu karena harus melalui jenjang dan proses yang sesuai.
"Semua harus memenuhi syarat dan melalui tahapan. Kita tidak mau melanggar aturan. Walaupun secara golongan sudah sangat memenuhi, tetap harus mengikuti mekanisme yang ada," jelasnya.
Bupati Maros juga menegaskan, saat ini proses mutasi dan pengangkatan pejabat tidak bisa dilakukan secara instan seperti sebelumnya. Seluruh usulan harus mendapatkan persetujuan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Sekarang tidak bisa lagi seperti dulu. Semua harus ada persetujuan teknis dari BKN. Kalau tidak memenuhi syarat, tentu tidak bisa dilantik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Maros berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan fokus menuntaskan program pembangunan daerah.
"Harapan kita, yang diberi amanah hari ini bisa bekerja maksimal," tutupnya.
Pejabat yang dilantik dan memperoleh kenaikan jabatan antara lain Jamaluddin, dari Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Syamsuddin, dari Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Muhisal, yang sebelumnya Sekretaris Dinas Perikanan, kini menjabat Kepala Dinas Perikanan.
Abbas Maskur, sebelumnya Camat Maros Baru, dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, dari Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi, dipercaya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu Muhammad Aris, yang sebelumnya Camat Bantimurung, kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Andi Irfan Paharuddin, dari Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Wempi Sumarlin, sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, dipercaya menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Kemudian Herwan, dari Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah, kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Sedangkan Sukartono, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Maros.
Selain pejabat eselon II, juga dilantik istri Bupati Maros, Ulfiah Nur Yusuf, menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Apoteker Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maros. Iskandar Zulkarnain, sebelumnya Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, dilantik sebagai Camat Bantimurung.
Mappewakkang Andi Saka, dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, menjabat Camat Mallawa.
Rudy, sebelumnya Sekretaris Kecamatan Cendrana, kini menjabat Camat Maros Baru. Sementara Kemal Wahyudi, yang sebelumnya Camat Mallawa, dilantik sebagai Camat Camba.
Hamril, dari Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, kini menjabat Camat Tompobulu.
Adapun Hardiman Bakri, dari jabatan Camat Tompobulu, kini dipercaya sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
Kepemimpinan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maros tepat berusia setahun. Melalui kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian, capaian keduanya dipaparkan.
Jum'at, 20 Feb 2026 19:31
Sulsel
Maros Kini Punya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja
Kabupaten Maros kini memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berlokasi di kawasan TPA Bonto Ramba, Kecamatan Mandai.
Jum'at, 20 Feb 2026 15:37
Sulsel
Dianggarkan Rp700 Juta, Masjid Pemda Maros Diresmikan Bupati
Menelan anggaran Rp700 juta, Masjid Baitul Khair yang dibangun di dalam kawasan perkantoran Pemkab Maros, akhirnya diresmikan oleh Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Wakilnya, Muetazim Mansyur.
Jum'at, 20 Feb 2026 15:26
Sulsel
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
Pemerintah Kabupaten Maros telah menetapkan alokasi anggaran pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp60 miliar. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025.
Jum'at, 20 Feb 2026 15:19
Sulsel
BNNP Sulsel–Pemkab Maros Bahas Pembentukan Unit P4GN
Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Maros membahas langkah alternatif pembentukan Unit Pelaksana Program P4GN di Kabupaten Maros, Kamis (19/2/2026).
Kamis, 19 Feb 2026 21:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
2
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
3
Dianggarkan Rp700 Juta, Masjid Pemda Maros Diresmikan Bupati
4
Pemerintah Turun ke Pasar, Stabilitas Harga Pangan Sulsel Terpantau Aman
5
Capaian Safety SPJM, 19 Juta Jam Pelayanan Dengan Zero Fatality
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
2
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
3
Dianggarkan Rp700 Juta, Masjid Pemda Maros Diresmikan Bupati
4
Pemerintah Turun ke Pasar, Stabilitas Harga Pangan Sulsel Terpantau Aman
5
Capaian Safety SPJM, 19 Juta Jam Pelayanan Dengan Zero Fatality