Hadapi Audit Eksternal, SPI UIN Alauddin Benahi Administrasi Sejak Dini
Selasa, 13 Jan 2026 12:22
Entry Meeting Audit Penerimaan dan Belanja Tahun Anggaran (TA) 2025. Foto: Istimewa
GOWA - Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar menggelar Entry Meeting Audit Penerimaan dan Belanja Tahun Anggaran (TA) 2025 sebagai langkah awal memperkuat tata kelola keuangan dan administrasi.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan (AAKK), M. Muflih BF, di Ruang Rapat Lantai I Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (12/1/2026).
Ketua SPI UIN Alauddin Makassar, Erwin Hafid, menegaskan bahwa entry meeting ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk memperbaiki dan menertibkan pengelolaan administrasi sejak dini. Ia menyebut pembenahan administrasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar institusi siap menghadapi audit eksternal.
“SPI ini sifatnya pengawasan internal. Administrasi harus kita perbaiki mulai sekarang, sehingga ketika auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Inspektorat Jenderal, maupun BPK datang, seluruh dokumen sudah tertib dan siap,” ujar Prof. Erwin.
Ia menjelaskan, audit internal oleh SPI akan menjadi dasar sebelum pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik pada Februari mendatang. Selanjutnya, audit akan dilanjutkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Karena itu, seluruh unit kerja diminta segera melakukan pembenahan.
“Bagaimana pembenahan administrasi kegiatan di rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, dan UPT. Jika masih ada kekurangan, kita sempurnakan bersama agar semua dokumen tertib administrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro AAKK, Dr. M. Muflih BF., M.M., menekankan pentingnya kesiapan unit kerja dalam mendukung kelancaran proses audit. Ia menyoroti pengelolaan belanja barang sebagai salah satu aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius.
“Pembenahan belanja barang ini sangat penting. Jangan sampai ada kekurangan atau ketidaktertiban yang justru mengganggu proses audit dan pelayanan yang sedang berjalan,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh Bidang AUPK dan BPP siap setiap saat menerima kedatangan auditor eksternal, baik dari BPK maupun Inspektorat Jenderal. Menurutnya, pelayanan yang profesional mencerminkan komitmen institusi terhadap tata kelola yang bersih dan transparan.
“Kita berharap setiap kali kedatangan tamu dari BPK maupun Itjen, kita bisa melayani dengan baik. Ini bagian dari ikhtiar merefleksikan UIN Alauddin Makassar agar semakin maju dan mampu masuk ke zona Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditya, menyampaikan bahwa tindak lanjut atas temuan audit menjadi fokus utama pengawasan SPI ke depan.
“Arahan dari Itjen, SPI diminta untuk memastikan tindak lanjut atas temuan-temuan audit. Karena itu, SPI akan turun langsung mengecek bagaimana proses tindak lanjut tersebut dilaksanakan,” jelas Roby.
Ia menambahkan, pengawasan internal saat ini tidak hanya berfokus pada ada atau tidaknya temuan, tetapi juga memastikan setiap rekomendasi benar-benar ditindaklanjuti oleh unit terkait.
“Sekarang bukan hanya soal ada temuan atau tidak, tetapi apakah temuan itu ditindaklanjuti dengan baik. Ini yang akan terus kami kawal,” pungkasnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan (AAKK), M. Muflih BF, di Ruang Rapat Lantai I Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (12/1/2026).
Ketua SPI UIN Alauddin Makassar, Erwin Hafid, menegaskan bahwa entry meeting ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk memperbaiki dan menertibkan pengelolaan administrasi sejak dini. Ia menyebut pembenahan administrasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar institusi siap menghadapi audit eksternal.
“SPI ini sifatnya pengawasan internal. Administrasi harus kita perbaiki mulai sekarang, sehingga ketika auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Inspektorat Jenderal, maupun BPK datang, seluruh dokumen sudah tertib dan siap,” ujar Prof. Erwin.
Ia menjelaskan, audit internal oleh SPI akan menjadi dasar sebelum pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik pada Februari mendatang. Selanjutnya, audit akan dilanjutkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Karena itu, seluruh unit kerja diminta segera melakukan pembenahan.
“Bagaimana pembenahan administrasi kegiatan di rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, dan UPT. Jika masih ada kekurangan, kita sempurnakan bersama agar semua dokumen tertib administrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro AAKK, Dr. M. Muflih BF., M.M., menekankan pentingnya kesiapan unit kerja dalam mendukung kelancaran proses audit. Ia menyoroti pengelolaan belanja barang sebagai salah satu aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius.
“Pembenahan belanja barang ini sangat penting. Jangan sampai ada kekurangan atau ketidaktertiban yang justru mengganggu proses audit dan pelayanan yang sedang berjalan,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh Bidang AUPK dan BPP siap setiap saat menerima kedatangan auditor eksternal, baik dari BPK maupun Inspektorat Jenderal. Menurutnya, pelayanan yang profesional mencerminkan komitmen institusi terhadap tata kelola yang bersih dan transparan.
“Kita berharap setiap kali kedatangan tamu dari BPK maupun Itjen, kita bisa melayani dengan baik. Ini bagian dari ikhtiar merefleksikan UIN Alauddin Makassar agar semakin maju dan mampu masuk ke zona Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditya, menyampaikan bahwa tindak lanjut atas temuan audit menjadi fokus utama pengawasan SPI ke depan.
“Arahan dari Itjen, SPI diminta untuk memastikan tindak lanjut atas temuan-temuan audit. Karena itu, SPI akan turun langsung mengecek bagaimana proses tindak lanjut tersebut dilaksanakan,” jelas Roby.
Ia menambahkan, pengawasan internal saat ini tidak hanya berfokus pada ada atau tidaknya temuan, tetapi juga memastikan setiap rekomendasi benar-benar ditindaklanjuti oleh unit terkait.
“Sekarang bukan hanya soal ada temuan atau tidak, tetapi apakah temuan itu ditindaklanjuti dengan baik. Ini yang akan terus kami kawal,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dirut BPJS Kesehatan Puji Fasilitas RS UIN Alauddin, Layak Layani Peserta JKN
Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui kegiatan peluncuran kerja sama pelayanan yang digelar Jumat (22/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 07:46
Sulsel
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
UIN Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar Kampus II, Gowa, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 23:20
Sulsel
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 National Ecofeb Competition 2026
Tim mahasiswa UIN Alauddin Makassar meraih Juara 1 pada ajang National Ecofeb Competition 2026 cabang lomba Business Plan yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWP Surabaya, Senin (11/5/2026).
Selasa, 12 Mei 2026 09:03
Sulsel
Forkeis UIN Alauddin Makassar Dorong Pengembangan Kader Lewat Tikar 2026
Forkeis UIN Alauddin Makassar sukses menggelar Temu Ilmiah Kader 2026. Kegiatan tersebut resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.
Senin, 11 Mei 2026 15:42
News
UIN Alauddin Makassar Kukuhkan 3 Guru Besar
UIN Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Auditorium Kampus II, Kabupaten Gowa, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 16:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
2
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG
5
Aksi di Lahan Sengketa Eks Gedung Hamrawati, Massa Sampaikan Pesan Peringatan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
2
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG
5
Aksi di Lahan Sengketa Eks Gedung Hamrawati, Massa Sampaikan Pesan Peringatan