Pupuk Indonesia Gandeng Media Tekan Hoaks Penyaluran Pupuk Subsidi
Kamis, 23 Apr 2026 17:16
Suasana media gathering Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), di Virtu Vafe & Resto CPI, Kota Makassar, Rabu (22/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan media gathering bertajuk “Edukasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi” di Virtu Vafe & Resto CPI, Kota Makassar, Rabu (22/4/2026).
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan ini penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan berita.
"Media gathering ini forum yang cukup penting, karena di zaman sekarang ini sangat mudah setiap orang untuk memproduksi berita," ujarnya.
Ia juga mengajak insan pers untuk bersinergi dalam menekan penyebaran hoaks demi menjaga akurasi informasi kepada masyarakat.
"Kalau kita memberitakan hal-hal yang positif, pasti akan menjadi penyemangat bagi masyarakat, optimisme yang ada di masyarakatnya tumbuh. Kemudian harapannya daya beli masyarakat juga akan meningkat, yang ujung-ujungnya nanti secara sirkuler ekonomi ini meningkatkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat," harapnya.
Wisnu menambahkan, pihaknya menjamin transparansi perusahaan melalui publikasi laporan keuangan yang dapat diakses masyarakat melalui situs resmi perusahaan.
"Perusahaan yang terbuka dan merupakan bentuk transparansi yang dilakukan Pupuk Indonesia mem-publish laporan keuangan, laporan annual report maupun sustainability report. Termasuk media gathering yang kami lakukan hari ini adalah merupakan bentuk transparansi yang kami lakukan, keterbukaan informasi kepada publik," katanya.
Ia menjelaskan, komoditas yang berhak mendapatkan pupuk subsidi meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kini juga mendapatkan alokasi pupuk subsidi.
"Secara general (umum), petani yang berhak mendapatkan pupuk juga diatur, ini termasuk dalam petani LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), yang di mana tahun-tahun sebelumnya petani LMDH ini tidak mendapatkan alokasi pupuk subsidi," jelasnya.
Sementara itu, Senior Manager Regional 4A, Sukodim, menjelaskan bahwa aplikasi i-Pubers telah resmi digunakan sebagai sistem penyaluran pupuk bersubsidi untuk memperketat pengawasan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
"Misalnya ada petani datang kalau bawa KTP dicek namanya NIK-nya tidak tercantum di situ, itu tidak bisa dilayani Pak. Tapi kalau namanya sudah ada nanti akan keluar di situ kuotanya berapa dalam setahun, sudah pernah nebus berapa kilo nanti masih ada sisa berapa," tuturnya.
Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi indikator utama keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga hanya petani yang terdaftar yang dapat melakukan pembelian.
"Keberhasilan penyaluran pupuk subsidi salah satunya indikatornya adalah tepat sasaran sehingga tidak semua orang bisa melakukan pembelian pupuk subsidi hanya yang sudah terdaftar," ucap Sukodim.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi Pupuk Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan media dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi secara transparan dan akurat.
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan ini penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan berita.
"Media gathering ini forum yang cukup penting, karena di zaman sekarang ini sangat mudah setiap orang untuk memproduksi berita," ujarnya.
Ia juga mengajak insan pers untuk bersinergi dalam menekan penyebaran hoaks demi menjaga akurasi informasi kepada masyarakat.
"Kalau kita memberitakan hal-hal yang positif, pasti akan menjadi penyemangat bagi masyarakat, optimisme yang ada di masyarakatnya tumbuh. Kemudian harapannya daya beli masyarakat juga akan meningkat, yang ujung-ujungnya nanti secara sirkuler ekonomi ini meningkatkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat," harapnya.
Wisnu menambahkan, pihaknya menjamin transparansi perusahaan melalui publikasi laporan keuangan yang dapat diakses masyarakat melalui situs resmi perusahaan.
"Perusahaan yang terbuka dan merupakan bentuk transparansi yang dilakukan Pupuk Indonesia mem-publish laporan keuangan, laporan annual report maupun sustainability report. Termasuk media gathering yang kami lakukan hari ini adalah merupakan bentuk transparansi yang kami lakukan, keterbukaan informasi kepada publik," katanya.
Ia menjelaskan, komoditas yang berhak mendapatkan pupuk subsidi meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kini juga mendapatkan alokasi pupuk subsidi.
"Secara general (umum), petani yang berhak mendapatkan pupuk juga diatur, ini termasuk dalam petani LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), yang di mana tahun-tahun sebelumnya petani LMDH ini tidak mendapatkan alokasi pupuk subsidi," jelasnya.
Sementara itu, Senior Manager Regional 4A, Sukodim, menjelaskan bahwa aplikasi i-Pubers telah resmi digunakan sebagai sistem penyaluran pupuk bersubsidi untuk memperketat pengawasan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
"Misalnya ada petani datang kalau bawa KTP dicek namanya NIK-nya tidak tercantum di situ, itu tidak bisa dilayani Pak. Tapi kalau namanya sudah ada nanti akan keluar di situ kuotanya berapa dalam setahun, sudah pernah nebus berapa kilo nanti masih ada sisa berapa," tuturnya.
Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi indikator utama keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga hanya petani yang terdaftar yang dapat melakukan pembelian.
"Keberhasilan penyaluran pupuk subsidi salah satunya indikatornya adalah tepat sasaran sehingga tidak semua orang bisa melakukan pembelian pupuk subsidi hanya yang sudah terdaftar," ucap Sukodim.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi Pupuk Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan media dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi secara transparan dan akurat.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun
Sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan Pupuk Indonesia mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51% secara tahunan. Sementara itu, EBITDA meningkat 140% menjadi Rp14,28 triliun.
Kamis, 13 Agu 2026 17:35
Ekbis
Pupuk Indonesia Perkuat Sektor Perikanan Sulsel melalui Program Tebus Bersama
Tri menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan.
Senin, 27 Jul 2026 11:46
News
Panen Raya di Barru, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman Dukung Swasembada Pangan
PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Regional 4 memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Rabu, 15 Jul 2026 14:22
Sulsel
Produktivitas Padi di Toraja Utara Naik 63% Berkat Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 menggelar Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi di Kabupaten Toraja Utara.
Kamis, 11 Jun 2026 15:27
News
Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi Sesuai Prinsip 7T
Pupuk Indonesia berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7T, yakni tepat sasaran, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat mutu.
Senin, 08 Jun 2026 16:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
5
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
5
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja