Aksi Bersih PLN UIP Sulawesi di Pantai Layar Putih, Sampah Terkumpul Didominasi Plastik
Kamis, 06 Jun 2024 10:52
PLN UIP Sulawesi bersama YKL Indonesia dan 37 kolaborator melaksanakan aksi bersih dan olah sampah di Pantai Layar Putih, Kota Makassar pada Rabu, 5 Juni 2024. Foto/Dok PLN
MAKASSAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia dan 37 kolaborator melaksanakan aksi bersih dan olah sampah di Pantai Layar Putih, Kota Makassar pada Rabu, 5 Juni 2024.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Selain itu, juga bagian dari program Green Employee Involvement PLN untuk meningkatkan jiwa kepedulian pegawai PLN agar terlibat secara aktif sebagai relawan dalam program peduli lingkungan.
Dalam waktu 1 jam, 287 peserta berhasil mengumpulkan sampah 438,87 Kg didominasi plastik dari panjang pantai sekitar 200 meter. Peserta kegiatan dari pegawai PLN UIP Sulawesi, perwakilan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, organisasi mahasiswa dan masyarakat umum.
PLH GM PLN UIP Sulawesi, Budi Ari Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan aksi bersih dan olah sampah ini dilaksanakan sebagai aksi nyata untuk memerangi permasalahan sampah di lingkungan khususnya wilayah pesisir dan laut.
"Aksi bersih pantai dari sampah plastik ini sebagai aksi yang harus dibumikan bukan hanya pada saat memperingati hari lingkungan hidup," ujar Budi Ari Wibowo.
Budi Ari mengungkapkan, dari berbagai penelitian mengungkapkan sampah plastik sangat berbahaya bagi kelestarian laut. Bahkan mikroplastik telah ditemukan dalam tubuh ikan yang dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat Kota Makassar.
Diakui, aksi ini memang jangka pendek, namun jangka panjang adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat untuk peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik yang sulit terurai.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, menyambut baik kegiatan ini. Kata dia, ini sejalan dengan program pemerintah pusat maupun daerah yakni ekonomi biru, dimana persoalan sampah menjadi fokus utamanya.
Sampah plastik, kata Muhammad Ilyas sangat berbahaya jika masuk ke laut. Selain dapat membahayakan kesehatan manusia, juga merusak biota laut. Akibat banyaknya sampah plastik, lanjut dia, dampak langsung yang dirasakan nelayan saat ini adalah semakin jauh ke tengah laut untuk mencari Ikan.
"Termasuk biota laut yang habitatnya rusak karena sampah plastik, semakin sulit berkembang, sehingga tangkapan nelayan juga semakin berkurang," katanya.
Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali, menyampaikan kegiatan aksi bersih pantai ini rutin dilaksanakan. Tujuannya sebagai aksi nyata serta ajang kampanye bagi masyarakat luas.
“Kali ini, konsep kegiatan yang kami tekankan bukan hanya membersihkan sampah yang ada di pantai. Tapi turut dilakukan pemilahan, penimbangan hingga sampah yang dikumpulkan diolah menjadi barang yang bernilai,” ujar Nirwan.
Dari total sampah yang terkumpul 438,87 kg, sebanyak 73,05% atau 320,59 kg sampah diolah kembali. Sampah plastik dijadikan ecobrick dan sebagian diserahkan ke bank sampah termasuk jenis logam dan botol kaca.
“Harapan kami, sampah yang terkumpul tidak berakhir di TPA. Kedepan, kami terus mengupayakan hasil aksi bersih bisa 100% diolah kembali,” jelas Nirwan.
Dalam kegiatan ini pula dilakukan demo cara praktis dan mudah dalam melakukan olahan sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Ketua Komunitas Zero Waste Makassar, Ainun Qalbi Muthmainnah memaparkan dan mempraktekkan cara melakukan ecobrick.
Rahima Rahman, dari komunitas Rangkul.ID mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan. “Kegiatan seperti ini meningkatkan kepedulian kami terhadap kelestarian laut, karena selain aksi nyata ada pula pengetahuan serta relasi dari berbagai pihak karena sangat banyak kolaborator yang terlibat,” ujar Rahima.
Kolaborator kegiatan ini dari Pemerintah Provinsi Sulsel, Kota Makassar dan BPSPL Makassar. Komunitas/lembaga dari Kemajik Unhas, MSDC Unhas, HMI ITK Unhas, Permakris Unhas, KSR PMI Unhas, Duta Lingkungan Hidup Makassar, Hantu Kanal, EH Makassar, Marine Buddies Makassar, Zero Waste Makassar, Senat Mahasiswa ITBM Balik Diwa, Rangkul.ID, Pepelingasih Sulsel, Lemsa, Nypah Indonesia, Yayasan Hutan Biru, Mall Sampah, IKAL, Lema FPIK UMI, Hive Indonesia, Kontur Geografi UNM, KUN Makassar, ISLA Unhas, Klik Hijau, Mongabay Indonesia, Entalpi UNM dan SIEJ Simpul Sulsel.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Selain itu, juga bagian dari program Green Employee Involvement PLN untuk meningkatkan jiwa kepedulian pegawai PLN agar terlibat secara aktif sebagai relawan dalam program peduli lingkungan.
Dalam waktu 1 jam, 287 peserta berhasil mengumpulkan sampah 438,87 Kg didominasi plastik dari panjang pantai sekitar 200 meter. Peserta kegiatan dari pegawai PLN UIP Sulawesi, perwakilan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, organisasi mahasiswa dan masyarakat umum.
PLH GM PLN UIP Sulawesi, Budi Ari Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan aksi bersih dan olah sampah ini dilaksanakan sebagai aksi nyata untuk memerangi permasalahan sampah di lingkungan khususnya wilayah pesisir dan laut.
"Aksi bersih pantai dari sampah plastik ini sebagai aksi yang harus dibumikan bukan hanya pada saat memperingati hari lingkungan hidup," ujar Budi Ari Wibowo.
Budi Ari mengungkapkan, dari berbagai penelitian mengungkapkan sampah plastik sangat berbahaya bagi kelestarian laut. Bahkan mikroplastik telah ditemukan dalam tubuh ikan yang dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat Kota Makassar.
Diakui, aksi ini memang jangka pendek, namun jangka panjang adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat untuk peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik yang sulit terurai.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, menyambut baik kegiatan ini. Kata dia, ini sejalan dengan program pemerintah pusat maupun daerah yakni ekonomi biru, dimana persoalan sampah menjadi fokus utamanya.
Sampah plastik, kata Muhammad Ilyas sangat berbahaya jika masuk ke laut. Selain dapat membahayakan kesehatan manusia, juga merusak biota laut. Akibat banyaknya sampah plastik, lanjut dia, dampak langsung yang dirasakan nelayan saat ini adalah semakin jauh ke tengah laut untuk mencari Ikan.
"Termasuk biota laut yang habitatnya rusak karena sampah plastik, semakin sulit berkembang, sehingga tangkapan nelayan juga semakin berkurang," katanya.
Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali, menyampaikan kegiatan aksi bersih pantai ini rutin dilaksanakan. Tujuannya sebagai aksi nyata serta ajang kampanye bagi masyarakat luas.
“Kali ini, konsep kegiatan yang kami tekankan bukan hanya membersihkan sampah yang ada di pantai. Tapi turut dilakukan pemilahan, penimbangan hingga sampah yang dikumpulkan diolah menjadi barang yang bernilai,” ujar Nirwan.
Dari total sampah yang terkumpul 438,87 kg, sebanyak 73,05% atau 320,59 kg sampah diolah kembali. Sampah plastik dijadikan ecobrick dan sebagian diserahkan ke bank sampah termasuk jenis logam dan botol kaca.
“Harapan kami, sampah yang terkumpul tidak berakhir di TPA. Kedepan, kami terus mengupayakan hasil aksi bersih bisa 100% diolah kembali,” jelas Nirwan.
Dalam kegiatan ini pula dilakukan demo cara praktis dan mudah dalam melakukan olahan sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Ketua Komunitas Zero Waste Makassar, Ainun Qalbi Muthmainnah memaparkan dan mempraktekkan cara melakukan ecobrick.
Rahima Rahman, dari komunitas Rangkul.ID mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan. “Kegiatan seperti ini meningkatkan kepedulian kami terhadap kelestarian laut, karena selain aksi nyata ada pula pengetahuan serta relasi dari berbagai pihak karena sangat banyak kolaborator yang terlibat,” ujar Rahima.
Kolaborator kegiatan ini dari Pemerintah Provinsi Sulsel, Kota Makassar dan BPSPL Makassar. Komunitas/lembaga dari Kemajik Unhas, MSDC Unhas, HMI ITK Unhas, Permakris Unhas, KSR PMI Unhas, Duta Lingkungan Hidup Makassar, Hantu Kanal, EH Makassar, Marine Buddies Makassar, Zero Waste Makassar, Senat Mahasiswa ITBM Balik Diwa, Rangkul.ID, Pepelingasih Sulsel, Lemsa, Nypah Indonesia, Yayasan Hutan Biru, Mall Sampah, IKAL, Lema FPIK UMI, Hive Indonesia, Kontur Geografi UNM, KUN Makassar, ISLA Unhas, Klik Hijau, Mongabay Indonesia, Entalpi UNM dan SIEJ Simpul Sulsel.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN Kebut Proyek SUTT Palu 3–Tambu, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Upaya percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sulawesi Tengah terus dilakukan. Salah satunya melalui peninjauan langsung proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Palu 3–Tambu.
Rabu, 06 Mei 2026 19:20
News
PLN dan Pemprov Sulteng Tancap Gas Percepat Infrastruktur Listrik
Upaya memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah kian dipacu melalui kolaborasi erat antara PLN UIP Sulawesi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Minggu, 03 Mei 2026 19:48
News
PLN Kantongi KKPR, Proyek PLTA Pokko Siap Masuk Tahap Konstruksi
Langkah pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Selatan semakin konkret setelah PLN UIP Sulawesi mengantongi dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pokko.
Minggu, 03 Mei 2026 17:14
News
Kejar Zero Accident, PLN Intensifkan Penerapan SMP dan SMK3 di Sultra
Penerapan SMP dan SMK3 dilakukan secara menyeluruh, mulai dari identifikasi risiko, perlindungan aset strategis, hingga upaya pencegahan kecelakaan kerja guna mencapai target Zero Accident.
Jum'at, 01 Mei 2026 13:35
News
Clean Energy Day, Cara PLN UIP Sulawesi Dorong Budaya Kerja Rendah Emisi
Penerapan program Clean Energy Day yang kini rutin digelar setiap hari Jumat sebagai bagian dari perubahan menuju budaya kerja rendah emisi dan berkelanjutan.
Jum'at, 01 Mei 2026 11:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
4
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
4
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa